Misoprostol umumnya efektif dalam jangka waktu 4 sampai 12 jam setelah konsumsi yang pertama. Nah, reaksi yang umumnya muncul adalah:

  • Kram dan nyeri. Jika kamu perlu meredakan nyeri yang muncul, kamu bisa minum pereda nyeri (pain killer) satu jam sebelum ATAU sesudah mengkonsumsi misoprostol. Pereda nyeri yang disarankan adalah Ibuprofen. Kamu bisa membelinya di apotek dengan harga yang terjangkau. Ibuprofen dijual dalam dosis 200 mg dan 400 mg. Pilihlah yang 400 mg dan INGAT, dosis maksimal penggunaannya adalah 800 mg dalam satu hari ya! Jika dalam 1 hari kamu harus mengkonsumsi 800 mg, pastikan kamu memberi jeda 4-5 jam dari penggunaan ibuprofen pertama ke yang kedua.

  • Rasa mual, muntah, dan diare. Nah, untuk rasa mual ini bisa diminimalisir dengan makan cukup sebelum konsumsi misoprostol tadi ATAU jika kamu mual ketika misoprostol ada di bawah lidahmu, kamu bisa juga menaruh permen mint di atas lidahmu untuk membantu mengurangi mualnya. Ini tidak mempengaruhi efektivitas obat kok! Untuk diare, kamu juga tidak perlu mengkonsumsi obat diare ya, diare yang muncul umumnya adalah reaksi kontraksi yang disebabkan oleh misoprostolnya.

  • Demam dan menggigil. Tidak semua perempuan mengalami demam atau menggigil. Tapi, jika reaksi ini muncul, tidak perlu panik, ini adalah reaksi yang normal dan akan segera hilang. Pastikan kamu perbanyak minum untuk menghindari dehidrasi dan menurunkan demamnya.

  • Pendarahan. Nah, ini adalah efek samping yang diharapkan dari penggunaan misoprostol untuk aborsi medis. Pendarahan ini umumnya muncul kurang lebih 4 jam setelah penggunaan misoprostol yang pertama. Tetapi, tidak semua perempuan dalam 4 jam akan segera mengalami pendarahan ya. INGAT, setiap tubuh perempuan itu unik dan berbeda. Reaksi yang ditimbulkan obat apapun bisa berbeda bagi setiap orang.

  • Gatal, kebas, iritasi kulit. Nah, kalau reaksi yang ini muncul HANYA JIKA kamu memiliki alergi terhadap misoprostol. Gatal dan kebas ini bisa jadi muncul di telapak tangan, telapak kaki, sekitar mulut, atau daerah yang lain. Tidak perlu panik, karena reaksi alergi ini akan hilang dengan sendirinya. Jika kamu tidak tahan dengan gatal alerginya, kamu bisa konsumsi obat alergi seperti CTM atau Cetirizine.