Pasangan Konseling KTD, Bolehkah?

Kadang perempuan merasa enggan, malu atau belum cukup mempercayai konselor untuk melakukan konseling kehamilan tidak direncanakan alias KTD. Di saat seperti itu jika pasangan konseling KTD untuk mewakili perempuan saja kira-kira boleh nggak ya? Hmmm tunggu dulu Ladies, sebelum kamu menolak ikut konseling dan ‘mewakilkannya’ pada pasangan, orang terdekat atau pendampingmu coba baca dulu kenapa kamu perlu ikut konseling langsung dalam situasi KTD.

Karena kamu yang akan menjalani prosesnya

Saat melakukan aborsi aman sudah pasti kamulah yang akan menjalani prosesnya. Bukan teman, bukan pendamping, apalagi pasangan. Dan kebetulan sudah ada teman-teman konselor yang dengan senang hati akan memberitahu kamu seluruh informasi yang kamu butuhkan terkait aborsi aman. Ingat Ladies, memperoleh informasi, termasuk soal kesehatan reproduksi dan aborsi aman sepenuhnya adalah hakmu dan di sini sudah ada orang-orang yang berusaha memenuhi hakmu untuk itu. Akan sayang sekali jika kamu mengabaikan hak itu, apalagi ketika nantinya kamulah yang akan mengalami prosesnya. Selain itu, kamulah yang paling tahu siklus menstruasi, riwayat medis, kontrasepsi dan kondisi kehamilanmu jadi lebih baik kamu yang ngobrol langsung dengan konselor.

Meminimalisir kemungkinan salah informasi

Ketika informasi disampaikan pada seseorang lalu diteruskan ke orang lain selalu ada kemungkinan ada informasi yang terlupa atau salah tangkap. Tapi pasanganku kan teliti Kak? Tentu saja pasangan yang baik akan selalu teliti demi kebutuhan pasangannya juga, tapi akan lebih baik jika informasi disampaikan langsung padamu yang membutuhkan. Buat kamu-kamu yang merasa pasangannya lebih teliti boleh kok kamu dan pasangan konseling KTD bersama. Caranya bisa melalui group chat atau menelepon bersama. Sembari konseling kalian bisa mencatat bersama jadi nantinya kamu dan pasangan bisa saling mencocokkan informasi dan memastikannya lagi pada konselor ketika masih ragu.

Supaya lebih aman

Ketika konseling KTD tidak dilakukan oleh perempuan yang membutuhkan langsung selalu ada kemungkinan informasi soal pilihan dalam situasi KTD disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Misalnya nih, seorang laki-laki mengaku sebagai pasanganmu dan menghubungi konselor. Lalu bagaimana teman-teman konselor yakin kalau dia memang pasanganmu jika tidak bersama kamu? Nah daripada pasanganmu kemudian riweuh sendiri sebaiknya sih kamu langsung saja cus, angkat telepon atau buka WA/LINE dan hubungi teman-teman konselor! ;D

 

(CP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *