Aborsi Belum Tuntas? Yuk Coba Lakukan Ini

Selain keberhasilan aborsi seringkali yang sangat mengganggu perempuan adalah ketika aborsi belum tuntas. Hmm… apa bedanya aborsi yang belum tuntas dengan aborsi yang gagal, lalu bagaimana mengatasinya? Yuk Ladies, simak tips-tipsnya di sini.

Aborsi belum tuntas vs aborsi yang gagal

Kadang perempuan mendefinisikan aborsi yang tuntas sebagai aborsi yang berhasil, padahal kedua hal ini berbeda. Aborsi dapat dikatakan belum berhasil ketika produk konsepsi yang diharapkan masih belum juga terlihat atau ketika tes kehamilan dan USG menunjukkan bahwa kehamilan memang masih berlanjut. Nah, ketika aborsi dikatakan belum tuntas bisa jadi sebenarnya aborsi sudah berhasil namun masih ada jaringan atau plasenta yang tersisa dalam rahim maupun vagina. Sisa jaringan biasanya bisa dilihat dari hasil tes kehamilan yang masih samar dan USG sementara ketik plasenta tersangkut di vagina biasanya perempuan bisa langsung merasakan.

Bagaimana sebaiknya ketika aborsi belum tuntas?

Adanya sisa jaringan di dalam rahim sebetulnya sangat wajar jika masa follow-up selama tiga minggu pasca tindakan belum lewat. Tapi kalau ternyata hasil tes kehamilan yang kamu lakukan 3 minggu setelah tindakan menunjukkan hasil yang samar sebaiknya kamu langsung saja mencari puskesmas, bidan atau rumah sakit bersalin terdekat dan lakukan USG. Kamu bisa bilang kalau kamu mengalami menstruasi yang tidak berhenti juga walaupun sudah 2 minggu. Ketika kamu melakukan USG ini pastikan kamu menanyakan kepada dokternya berapa ukuran pasti sisa jaringannya. Jika ukurannya kurang dari atau sama dengan 2 cm biarkan saja, nantinya juga akan keluar sendiri bersama menstruasi berikutnya kok. Nah seandainya ukurannya lebih dari 2 cm, berapapun itu bisa dikeluarkan dengan tambahan 2 misoprostol.

Bagaimana dengan plasenta yang tersangkut di vagina? Tenang saja, efek obat akan mendorongnya keluar dengan sendirinya walau kadang memang plasenta bisa tersangkut hingga seminggu. Boleh nggak sih aku minum jamu atau menariknya keluar? Waduh kalau jamu sih sebaiknya dihindari dulu Ladies, apalagi menariknya. Kenapa begitu? Karena pertama masih belum ada studi ilmiah tentang efek pengguaan jamu pasca aborsi. Dan kalaupun jamunya memang efektif untuk memicu perdarahan bisa jadi malah yang terjadi adalah perdarahan hebat karena efek misoprostol yang ditambah dengan efek jamu. Menarik plasenta pun bisa menyebabkan efek yang sama jika plasentanya masih menempel pada dinding rahim. Kamu bisa berbaring telentang atau bersantai dengan posisi selonjor sambil menonton film, mendengarkan musik atau ngobrol supaya mood membaik  dan otot vagina lebih rileks. Ketika otot vagina lebih rileks maka biasanya plasenta bisa keluar sendiri. Walaupun begitu, jika plasenta memang cukup panjang kamu bisa memotongnya dengan gunting yang sudah diseka dengan alkohol 70% dan diangin-anginkan supaya alkoholnya mengering.

Semoga membantu dan tetap jaga dirimu pasca aborsi ya Ladies! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *