Obat penggugur kandungan sudah diminum, lalu?

Kenapa sih harus ribet banget pake follow up setelah minum obat penggugur kandungan?

Nah, di artikel sebelumnya kamu sudah tahu bahwa meskipun aborsi sudah berhasil namun belum tentu aborsi tersebut komplit. Untuk memastikan bahwa aborsi komplit inilah makanya follow up menjadi penting.

Jika kamu aborsi dengan metode bedah atau yang biasa kita sebut sebagai surgical abortion, biasanya dokter akan meminta kamu kembali untuk melakukan check up dua minggu setelah aborsi. Saat check up ini dokter akan memastikan apakah semua produk konsepsi sudah keluar atau belum. Jika sudah keluar semua, maka bisa dipastikan aborsi sudah komplit. Namun jika belum, itu artinya masih ada jaringan yang tertinggal dan perlu dikeluarkan. Sisa jaringan yang tertinggal bisa dikeluarkan dengan kuret atau cukup dengan dosis tambahan misoprostol. Biasanya, dokter akan menyarankan untuk kuret, tetapi sebenarnya kamu tidak harus melakukannya. Kamu hanya perlu memastikan bahwa yang tertinggal hanyalah jaringan-jaringan saja sementara fetus atau kantong kehamilan sudah tidak bersisa lagi di dalam rahim.

Bila masih ada fetus dan/atau kantung kehamilan yang tertinggal di dalam rahim, berarti kehamilanmu masih berlanjut. Ini bisa disebabkan oleh kuatnya kehamilanmu atau karena obat penggugur kandungan yang kamu minum tidak bekerja seperti seharusnya. Jangan lupa bahwa obat penggugur kandungan yang kamu minum masih memiliki kemungkinan untuk gagal sekitar 2-14%. Bila ini terjadi, tidak perlu cemas karena obat penggugur kandungan bisa diminum berapa kalipun tanpa memiliki efek yang serius. Jadi, meskipun kamu sudah berulang kali meminum obat penggugur kandungan, kamu masih tetap bisa hamil di kemudian hari.

Ok, kamu mungkin sedikit bingung. Apa sih produk konsepsi itu? Produk konsepsi adalah semua produk yang dihasilkan dari proses konsepsi atau pembuahan. Biasanya berupa darah, jaringan dan kantung kehamilan. Jika aborsi dilakukan di usia lebih dari 12 minggu, kamu juga bisa melihat fetus atau janin.

Nah, jika kamu melihat kantung kehamilan maka bisa dipastikan bahwa aborsimu berhasil. Namun aborsi yang berhasil ini belum tentu komplit. Biasanya butuh waktu beberapa minggu supaya seluruh darah dan jaringan yang tersisa keluar. Dan ketika semuanya sudah keluar barulah bisa dipastikan bahwa aborsimu komplit.

Karena butuh waktu beberapa minggu untuk komplit, makanya penting buat kamu untuk follow up setelah minum obat penggugur kandungan. Masa follow up ini biasanya 2-3 minggu setelah aborsi. Di akhir masa follow up inilah nanti kamu akan diminta melakukan USG atau tes kehamilan. Jika hasil tes kehamilan sudah negatif, maka bisa dipastikan bahwa aborsimu sudah komplit.

Selain untuk memastikan aborsimu komplit, follow up juga penting untuk mengetahui apakah kamu mengalami komplikasi atau infeksi setelah aborsi. (Baca: Tanda komplikasi dan infeksi). Komplikasi biasanya terjadi beberapa saat atau beberapa hari setelah aborsi, sedangkan infeksi bisa terjadi kapan saja sepanjang masa follow up. Jadi, daripada kamu nanti panik gak jelas, lebih baik kamu mengikuti masa follow up. Pastikan kamu tetap berkomunikasi dengan konselormu dan jika ada keluhan apapun, kamu selalu bisa mengkonsultasikannya dengan konselormu.

Nah, selama masa follow up ini, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan. Misalkan saja makan makanan yang pedas. Kenapa? Karena setelah minum obat penggugur kandungan seperti cytotec, misotab, gastrul, atau merk misoprostol lainnya, akan muncul reaksi kontraksi yang membuat perutmu terasa nyeri. Nah, makanan pedas kan bisa membuat perut mulas, sementara perut yang kontraksi akan terasa sakit sekali bila dibarengi dengan rasa mulas. Jadi, saat masa follow up, atau bila perutmu masih terasa kram dan nyeri, sebaiknya hindari makan makanan pedas.

Selain makanan pedas, setelah minum obat penggugur kandungan sebaiknya kamu juga menghindari makanan yang mengandung terlalu banyak garam, kopi dan juga teh. Kenapa? Karena setelah minum obat penggugur kandungan, selain ada reaksi kontraksi, juga akan ada reaksi lainnya seperti pendarahan. Padahal sudah bukan rahasia umum bahwa garam dan juga kafein bisa meningkatkan tekanan darah. Jadi, untuk menghindari risiko pendarahan yang berlebihan, sebaiknya kamu hindari juga garam dan kafein. Lalu, kenapa teh juga sebaiknya dihindari? Sederhana saja, meskipun sedikit, teh juga memiliki kadar kafein sama seperti kopi, jadi sebaiknya teh juga dihindari juga.

Lalu, supaya efek obat penggugur kandungan, hindari juga mengonsumsi susu, minuman bersoda dan juga minuman beralkohol. Dengan demikian, tingkat keberhasilan obat penggugur kandungan yang kamu minum akan tetap tinggi, kemungkinan untuk gagal pun berkurang. Tenang saja, pantangan minum susu, minuman bersoda dan juga minuman beralkohol ini tidak sepenuhnya selama masa follow up, kok. Cukup selama kamu minum obat penggugur kandungan saja, setelahnya, bila obat sudah bekerja dan reaksinya sudah kamu rasakan, kamu sudah bisa mengonsumsi susu, minuman bersoda dan minuman beralkohol lagi.

Selain pantang makanan dan minuman-minuman yang disebutkan di atas, ada baiknya kamu tidak langsung berhubungan badan setelah minum obat penggugur kandungan supaya tidak memperbesar risiko terjadinya infeksi. Setelah minum obat penggugur kandungan, kamu akan mengalami pendarahan, jadi bisa dibilang sebenarnya di dalam sana sedang ada pembuluh-pembuluh darah yang terbuka meskipun kamu tidak bisa melihatnya karena ini terjadi di dalam tubuhmu. Oleh karena itu, bila ada penis atau benda asing lain yang masuk ke tubuhmu melalui vagina, risiko terjadinya infeksi akan semakin besar. Jadi, selama masa follow up, atau selama kamu masih mengalami pendarahan, sebaiknya tidak berhubungan seksual terlebih dahulu dengan pasanganmu, apalagi bila bermainnya terlalu kasar atau keras.

Kamu juga disarankan untuk banyak-banyak beristirahat setelah minum obat penggugur kandungan. Karena efek kontraksi dari obat-obat ini, otot-otot di sekitar perutmu akan bekerja dengan sangat keras sekali, bila kamu tidak banyak beristirahat, nantinya otot-otot ini akan kesulitan untuk memulihkan diri. Jadi, setelah minum obat penggugur kandungan usahakan untuk tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang akan membebani area sekitar perutmu, misalnya dengan naik-turun tangga atau mengangkat beban-beban yang berat. Olahraga yang ringan masih diperbolehkan, asalkan kamu bisa memastikan bahwa olahraga yang kamu lakukan benar-benar ringan dan tidak terlalu membebani tubuhmu, misalnya saja lari-lari kecil atau jalan sehat. Jangan melakukan olahraga yang terpusat di perut seperti planking atau zumba. Pada dasarnya, kamu sendiri yang paling tahu keadaan tubuhmu, jadi bila sudah merasa lelah, beristirahatlah. Ini penting sekali supaya tubuhmu bisa kembali sehat dengan cepat setelah minum obat penggugur kandungan.

Kalau kamu sekarang sudah minum obat penggugur kandungan dan baru tahu tentang info ini, daripada kamu bingung, telpon saja hotline dan konsultasikan dengan konselor yang mendampingimu. Ada baiknya saat kamu melakukan konseling setelah meminum obat penggugur kandungan, kamu bersikap jujur dan menceritakan keseluruhan kronologinya dengan tidak ada yang ditutup-tutupi. Konselor yang mendampingimu akan lebih mudah untuk menentukan apakah aborsi yang kamu lakukan dengan obat penggugur kandungan berhasil atau tidak bila kamu bisa menceritakan apa saja produk konsepsi yang keluar paska minum obat penggugur kandungan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Tidak perlu merasa malu untuk bercerita, karena konselor umumnya adalah orang-orang yang sudah dilatih untuk memberikan informasi yang kamu butuhkan tanpa bersikap menghakimi.

 

Artikel ini diambil dari sini. Baca juga informasi lain seputar aborsi aman dan kisah para perempuan tangguh di AskInna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *