Jangan lakukan aborsi dengan cytotec bila kamu…

Aborsi aman dengan Misoprostol seperti cytotec, gastrul, misotab, noprostol, infitex, dan beragam merk misoprostol lainnya, bisa jadi pilihan bagi perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kehamilannya. Selain aman, berbeda dengan metode aborsi surgical, aborsi medis (atau aborsi dengan menggunakan obat) juga relatif lebih terjangkau dan dapat dilakukan sendiri di rumah tanpa perlu pergi ke klinik aborsi. Meskipun begitu, ada beberapa riwayat penyakit yang menjadi kontraindikasi aborsi medis. Kontraindikasi merupakan situasi di mana suatu bentuk terapi maupun pengobatan tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi pasien. Pastikan bahwa kamu benar-benar bebas dari riwayat penyakit berikut ini sebelum melakukan aborsi aman dengan obat.

Gangguan jantung

Walaupun kaitannya belum diketahui dengan jelas, namun penggunaan misoprostol seperti cytotec atau merek lainnya—terutama secara vaginal—telah terbukti memiliki konsekuensi serius pada perempuan dengan gangguan jantung. Efek samping yang bisa ditimbulkan misoprostol terhadap mereka yang memiliki gangguan jantung mencakup debaran jantung yang tidak beraturan bahkan serangan jantung dan infark miokardial atau kematian otot jantung. Berhentinya aktivitas otot jantung dapat mengakibatkan kematian. Jika kamu memang memiliki gangguan jantung atau memiliki tanda-tanda sakit jantung, sebaiknya hindari metode aborsi aman yang satu ini.
Gagal Ginjal

Misoprostol, atau obat aborsi, akan meningkatkan sekresi air dan sodium dalam tubuh sehingga memperberat kinerja ginjal. Karena itu, mereka yang memiliki riwayat gagal ginjal sebaiknya memilih metode aborsi surgical. Walaupun kamu tidak memiliki kondisi medis ini tapi efek samping misoprostol tetap dapat membebani ginjal, karena itu banyak-banyaklah minum air putih setelah melakukan aborsi medis untuk meringankan efek samping yang muncul.
Riwayat medis yang membutuhkan penanganan khusus saat mengakses aborsi medis Selain kondisi-kondisi fisik tadi ada juga sejumlah riwayat medis yang perlu dipertimbangkan saat melakukan aborsi medis. Tenang saja, riwayat medis ini tidak akan menghalangi proses aborsi medis, kok. Selama ditangani dengan tepat, kamu tetap bisa melakukan aborsi aman dengan obat meskipun punya riwayat penyakit berikut ini:

Gangguan Perdarahan

Gangguan perdarahan sebenarnya cukup umum ditemui pada perempuan. Gejala-gejalanya adalah rentang waktu datang bulan yang terlalu panjang, lebam yang muncul tiba-tiba pada kaki dan tangan saat kelelahan, juga luka yang sulit atau membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering.

Infeksi

Infeksi merupakan reaksi tubuh ketika terjadi infiltrasi virus, bakteri maupun material lain yang masuk ke dalam tubuh dan melemahkan daya tahan tubuh. Dalam kondisi tersebut tentu tubuh akan semakin rentan saat mengakses aborsi menggunakan misoprostol seperti cytotec atau misotab, bahkan dapat terjadi komplikasi dan keracunan darah. Saat mengalami infeksi biasanya kamu juga akan diminta dokter mengonsumsi sejumlah antibiotik yang dapat menetralkan efek obat yang akan digunakan dalam proses aborsi medis. Habiskan dulu antibiotikmu sebelum melakukan aborsi aman dengan menggunakan obat.

Memiliki sejarah melakukan operasi caesar dalam waktu kurang dari 6 bulan

Bekas jahitan pada luka bekas operasi caesar sangat rentan, terutama jika operasi tersebut dilakukan dalam waktu kurang dari 6 bulan atau jika bekas luka belum mengering. Efek cytotec atau misoprostol yang mengontraksi pembuluh darah dapat menyebabkan luka bekas operasi yang masih belum sepenuhnya sembuh terbuka kembali.

Jika kamu memiliki tanda-tanda atau riwayat medis yang telah disebutkan di atas, kamu perlu memastikan tubuhmu dalam kondisi prima saat melakukan aborsi medis. Misalnya, bila kamu memiliki infeksi dan mengonsumsi antibiotik, pastikan dahulu infeksimu sudah diobati dan antibiotik yang diberikan dokter juga sudah habis. Bila masih bingung, kamu bisa menghubungi Hotline. Bicarakan kondisimu dengan konselormu sebelum kamu melakukan aborsi aman dengan cytotec atau merek misoprostol lainnya.

dikutip dari http://askinna.com/2016/09/16/kontraindikasi-aborsi-cytotec/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *